Laman

Rabu, 13 Februari 2013

Laporan Biologi, Uji Bahan Makanan


UJI BAHAN MAKANAN
A.      Tujuan
Menguji keberadaan zat gizi (karbohitrat, protein, lemak, dan amilum) pada berbagai bahan makanan.

B.       Dasar Teori
Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita. Untuk Beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrient dalam makanan adalah: 
1.        Lugol / kalium iodide (KI)
       Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung).
2.        Benedict / fehling A dan Fehling B
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula/ glukosa (monosakarida dan di sakarida).
3.        Millon / Molisch / Biuret (CuSO4)
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein.
4.        Sudan III / etanol / kertas buram
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak / minyak.
Bahan makanan mengandung nutrient penting yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energy, bahan pembangun tubuh, mengganti jaringan tubuh yang rusak dan pengaturan segala kegiatan fisiologis tubuh. Jenis nutrient yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar adalah karbohidrat, lemak dan protein, sedangkan yang diperlukan dalam jumlah sedikit adalah vitamin dan mineral. Berikut adalah sedikit tentang karbohidrat, lemak, dan protein.

1.       Kabohidrat
Kabohidrat tersusun dari nergy C, H, dan O. kabohidrat dibedakan:
a.        Gula sederhana / monosakarida.
Misalnya: glukosa, fruktosa, galaktosa.
b.      Gula majemuk.
-          Disakarida, misalnya: sukrosa, maltose, laktosa.
-          Polisakarida, misalnya: selulosa, amilum, glikogen.
Fungsi:
a.       Sebagai sumber energy
b.      Bahan pembentuk senyawa organic lain
c.       Penjaga keseimbangan asam dan basa
2.       Protein
Protein tersusun atas unsure C, H, O, dan N.
a.       Asam amino essensial, yang terdiri atas : Lisin, Leusin, Valin, Arginin, Isoleusin, Histidin, Treonin, Fenilalanin, Triptofan, dan Metionin.
b.      Asam amino non essensial, yang terdiri atas : Tirosin, Sistein, Glisin, Prolin, dan Alanin.
Fungsi:
a.       Sebagai sumber nergy
b.      Membangun sel-sel rusak
c.       Sebagai pengatur
d.      Membentuk zat kebal

3.       Lemak
Lemak tersusun daaaaaari unsure C, H, dan O. Lemak terdiri atas komponen lemak: asam lemak dan gliserol. Asam lemak terdiri atas asam lemak jenuh yang dapat disenyawakan didalam tubuh dan asam lemak tak jenuh yang harus didatangkan dari luar tubuh.
Fungsi:
a.       Sebagai sumber energy
b.      Pelarut vitamin A, D, E, dan K
c.       Melindungi tubuh dari kedingina



















C.      Alat dan bahan
No.
Nama Alat
Jumlah
1. 
Tabung reaksi
4
2.
Rak tabung reaksi
1
3.
Penjepit tabung reaksi
1
4.
Pipet tetes
3
5.
Kaki tiga
1
6.
Gelas kimia (pirex)
1
7.
Pembakar spiritus/ Bunsen
1
8.
Kertas buram
1
9.
Lugol/CaI2
Secukupnya
10.
Biuret
Secukupnya
11.
Benedict/ Fehling A dan Fehling B
Secukupnya
12.
Air
Secukupnya
13.
Plat tetes
1
14.
Tusuk gigi
5
15.
Mortar
1
16.
Alat tumbuk
1
17.
Sendok kecil
1

No.
Nama Bahan
Jumlah
1.
Putih telur
Secukupnya
2.
Kentang rebus
Secukupnya
3.
Mentega
Secukupnya
4.
Tahu
Secukupnya
5.
Tempe
Secukupnya
6.
Susu
Secukupnya
7.
Kacang tanah rebus
Secukupnya
8.
Nasi baru
Secukupnya
9.
Nasi lama (24 jam)
Secukupnya
10.
Pisang
Secukupnya
11.
Kuning telur
Secukupnya
12.
Minyak goreng
Secukupnya



D.      Langkah kerja
Umum
1.      Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Cucilah dan pastikan alat-alat yang akan digunakan dalam keadaan bersih.
3.      Masing-Masing bahan makanan yang padat dihancurkan atau ditumbuk manggunakan mortar   kemudian larutkanlah dalam air.
4.      Berilah label pada masing-masing bahan makanan

Khusus
1.      Uji Kandungan Glukosa
Benedict, Fehling A dan Fehling B merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan glukosa pada suatu bahan makanan.
Warna dasar dari larutan benedict adalah biru tua. Jika warna berubah menjadi merah bata maka mengindikasikan bahwa bahan makanan itu mengandung glukosa.

            Langkah Kerja
1.    Isilah gelas kimia dengan air. Kemudian panaskan menggunakan kaki tiga hingga mendidih.
2.    Masukkan sedikit saja setiap bahan makanan yang telah dilarutkan ke dalam tabung reaksi. Catatlah warna awal untuk setiap bahan tersebut.
3.    Tambahkan beberapa tetes larutan benedict kedalam ke dalam tabung reaksi yang telah berisi bahan makanan.
4.    Masukkan tabung reaksi ke dalam gelas kimia yang sedang dipanaskan. Catatlah warna akhir setelah dipanaskan.




2.      Uji Kandungan Protein
Millon / Mollisch / Biuret merupakan reagen yang dapat menunjukkan keberadaan protein pada suatu bahan makanan.
Warna dasar lauran biuret adalah biru. Jika warna berubah menjadi ungu maka menunjukkan bahwa bahan tersebut mengandung protein.
Langkah Kerja
1.    Masukkan sedikit saja setiap bahan makanan yang telah dilarutkan ke dalam plat tetes. Catatlah warna awal untuk setiap bahan tersebut.
2.    Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret kedalam masing-masing bahan makanan pada plat tetes.
3.    Aduklah menggunakan tusuk gigi. Catatlah warna setelah ditetesi larutan biuret.

3.      Uji Kandungan Lemak
Kertas saring / kertas buram. Jika kertas buras tersebut menjadi transparan maka mengindikasikan bahwa bahan makanan tersebut mangandung lemak.

Langkah Kerja
1.    Teteskan atau oleskan sedikit saja setiap bahan makanan yang telah dilarutkan ke atas kertas buram. Catatlah warna awal untuk setiap bahan tersebut. (Jangan lupa berilah nama agar tidak tertukar).
2.    Tunggulah beberapa saat sampai kertas itu kering. Amatilah apa yang terjadi.

4.      Uji Kandungan Karbohidrat
Iodine / kalium iodide / KI merupakan reagen untuk menunjukkan kandungan amilum/ tepung pada suatu bahan makanan. Warna dasar larutan KI orange. Jika warna berubah menjadi hitam atau kebiruan maka mengindikasikan bahwa bahan makanan tersebut mengandung amilum.
            Langkah Kerja
1.    Masukkan sedikit saja setiap bahan makanan yang telah dilarutkan ke dalam plat tetes. Catatlah warna awal untuk setiap bahan tersebut.
2.    Teteskan larutan lugol ke dalam plat tetes. Kemudian aduklah menggunakan tusuk gigi.
3.    Amatilah perubahan warna yang terjadi dan catatlah warna setelah ditetesi lugol.
E.       Data percobaan
Nama Bahan
Benedict
Lugol
Biuret
Lemak
Kesimpulan
awal
akhir
awal
akhir
awal
akhir
Putih telur
bening
ungu
bening
bening
bening
ungu
ada
protein, lemak
Kentang
kuning
Merah bata
kuning
Biru tua
kuning
Hijau kekuningan
tidak ada
glukosa, amilum, protein
Mentega
kuning
coklat
kuning
kuning
kuning
kuning
ada
lemak
Tahu
putih
Abu-abu
putih
putih
putih
ungu
ada
protein, lemak
Tempe
putih
Abu-abu
putih
putih
putih
ungu
ada
protein, lemak
Susu
putih
Merah bata
putih

putih

ada
glukosa,lemak
Kacang
putih
ungu
putih
putih
putih
ungu
ada
protein, lemak
Nasi
putih
Merah bata
putih
Ungu tua
putih
ungu
tidak ada
glukosa, amilum, protein
Nasi lama
putih
coklat
putih
Ungu tua
putih
ungu
tidak ada
amilum, protein
Pisang
kuning
Merah bata
kuning
hitam
kuning
kuning
ada
Glukosa, amilum, lemak
Kuning telur
kuning

kuning

kuning
ungu
ada
protein, lemak
Minyak
bening
tetap
bening
tetap
bening
bening
ada
lemak










F.       Analisis Data
Ada dua bahan yang dapat dibandingkan yaitu nasi baru dan nasi lama. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di tabel berikut.
      
Nasi baru
putih
Merah bata
putih
Ungu tua
putih
ungu
tidak ada
glukosa, amilum, protein
Nasi lama
putih
coklat
putih
Ungu tua
putih
ungu
tidak ada
amilum, protein
             
              Berdasarkan tabel di atas, nasi baru setelah ditetesi benedict berwarna merah bata yang mengidikasikan bahwa di dalamnya terkandung glukosa. Sedangkan nasi lama setelah ditetesi benedict berwarna coklat yang mengindikasikan bahwa kandungan glukosa dalam nasi sudah berkurang bahkan hilang. Namun, untuk kandungan yang lain yaitu amilum dan protein tetap sama.

G.      Kesimpulan
     Berdasarkan percobaan yang telah teman-teman kelompok dan saya lakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut.
1.      Nasi baru mengandung banyak glukosa sedangkan nasi lama kandungan glukosanya semakin berkurang. Namun, kandungan yang lain yaitu amilum dan protein tetap sama.
2.      Minyak dan mentega hanya mengandung lemak.
3.      Putih telur mengandung protein dan lemak. Begitu pula denggan kuning telur mengandung    protein dan lemak.
4.       Susu mengandung glukosa dan lemak.
5.      Kandungan kentang sama dengan kandungan nasi baru yaitu mengandung  glukosa, amilum, dan protein.
6.       Kandungan zat gizi pada tahu, tempe, dan kacang sama yaitu mengandung protein dan lemak.
7.      Pisang menagandung glukosa, amilum dan lemak.









H.      Daftar pustaka

Aryulina Dyah, Choirul Muslim, Syalfinaf  Manaf. 2010. BIOLOGY  2A for Senior High School Grade XI Semester 2. Jakarta: Esis.
Anonim. 2011. Uji Bahan Makanan, (online), (http:// Catatan prestasi Guru Biologi Uji Bahan Makanan. Blogspot.com)
Anonim. 2011. Laporan Praktikum Uji Zat Makanan, (online), (http:// WARIN laporan praktikum uji zat makanan.com)

























DOKUMENTASI






 


















Poskan Komentar
 

Catatan Kecilku Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez