Tanpa Air, Mana Bisa?


Tanpa Air, Mana Bisa?

        Air merupakan kebutuhan paling dasar bagi makhluk hidup, dalam konteks ini kita persempit makhluk hidup tersebut adalah manusia. Dalam kehidupan sehari- hari kebutuhan manusia akan air mencapai 80 persen. Manusia membutuhkan air bersih yang matang untuk diminum. Tidak hanya untuk minum, air juga dibutuhkan untuk mandi dan mencuci piranti sehari-hari, misalnya pakaian dan juga piranti makan.
       Dilihat dari peta rupa bumi, air merupakan komponen terbesar di bumi dengan presentase mencapai 70 persen berbanding 30 persen dengan daratan. Dengan presentase sebesar itu, seharusnya manusia tidak perlu khawatir kehabisan pasokan air Namun, isu yang berkembang saat ini adalah kelangkaan air bersih.

Apa Kriteria Air Minum Yang Layak Diminum? 


     Air bersih disini kita kategorikan hanya untuk yang layak dikonsumsi, bukan layak untuk digunakan sebagai penunjang aktifitas seperti untuk MCK. Karena standar air yang digunakan untuk konsumsi jelas lebih tinggi dari pada untuk keperluan selain dikonsumsi. Ada beberapa persyaratan yang perlu diketahui mengenai kualitas air tersebut baik secara fisik, kimia dan juga mikrobiologi. 

1.    Syarat fisik, antara lain:
a.    Air harus bersih dan tidak keruh
b.    Tidak berwarna apapun
c.    Tidak berasa apapun
d.    Tidak berbau apaun
e.    Suhu antara 10-25 C (sejuk)
f.     Tidak meninggalkan endapan

2.    Syarat kimiawi, antara lain:
a.    Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun
b.    Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan
c.     Cukup yodium
d.     pH air antara 6,5 – 9,2

3.    Syarat mikrobiologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.

Apakah Kondisi Air  Dulu dan Sekarang Sama?

1.     Kondisi Air Dulu



      Pemahaman tentang kualitas air yang terjadi  dimasyarakat pada umumnya hanya didasarkan pada penilaian secara fisik. Pemahaman demikian tak seluruhnya  keliru, mengigat pengalaman kakek-nenek mereka dahulu yang  menilai kualitas air berdasarkan indera. Bahkan, mengonsumsi airsecara langsung dari suatu sumber bukanlah sesuatu yang perlu untuk dikhawatirkan

Sekitar 30 tahun lalu, di daerah Timepa Adauwo, Kabupaten Dogiyai - Papua, masyarakat (termasuk penulis), masih mengonsumsi air secara langsung langsung (air mentah) yang mengalir melalui sebuah bambu dari mata air di dekat sungai. Rasanya luar biasa, sejuk dan menyegarkan!

Pertanyaannya, masih relevankah hal tersebut dilakukan sekarang? Jelas tidak! Sudah ditanamkan dibenak  sejak di bangku TK/SD bahwa air yang diminum harus dimasak lebih dulu, dan nampaknya indikasi tentang pemahaman hygiene makanan/minuman sudah lebih baik dibanding dahulu. Tetapi disisi lain, pemahaman tentang perlunya pengolahan air sebelum di konsumsi, seolah ingin menegaskan sudah terjadi degradasi kualitas air, bahkan sudah sangat mengkhawatirkan.

2.     Kondisi Air Sekarang

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 20 tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, Pengolongan air menurut peruntukannya masih mencatumkan kualitas air golongan A, yaitu air  yang langsung dapat digunakan sebagai air minum secara langsung  tanpa pengolahan terlebih dahulu. Tetapi PP ini diganti dengan PP No. 82 Tahun 2001 tentang  Pengelolaan Kualitas Air dimana dalam PP ini, kualitas air yang langsung dapat diminum sudah tidak ada lagi. Klasifikasi air yang berkaitan  dengan air  untuk konsumsi, menurut PP ini masuk dalam kelas 1 yang merupakan air dengan kualitas tertinggi. Itupun hanya dinyatakan sebagai "air yang peruntukannya dapat digunakan untuk air baku, air minum, dan peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama  dengan kegunaan air tersebut"

Kalimat yang tertuang pada PP No. 82 tahun 2001 untuk klasifikasi air kelas I, mengindikasikan bahwa pengolahan air mutlak diperlukan sebelum dapat diminum.


Apakah ini berarti saat sekarang sumber air bahkan mata air sekalipun, dibumi Indonesia ini sudah tidak ada yang layak alias terjamin kualitasnya? Tampaknya memang demikian. Peningkatan jumlah penduduk diikuti peningkatan berbagai kebutuhan hidup, tak hanya memicu  eksploitasi sumber daya alam  namun juga menambah jenis dan kualitas bahan buangan itu  selama ini dibuang? Ke tanah dan badan-badan air! Karena itu tidak usah heran kalau kualitas air sungai  sekarang ini sudah menyerupai air limbah


     Disisi lain sumber-sumber air untuk memenuhi kebutuhan tersebut semakin langkah  atau mengalami kemerosotan, baik jumlah maupun kualitasnya, sehingga menimbulkan krisis air diberbagai daerah. Bahkan saking terbatasnya ketersediaan air, untuk memenuhui kebutuhan, kualitas air sudah tidak menjadi perioritas utama.


Apa Akibat dari ketiadaan air bersih?

Program percontohan penyediaan air bersih melalui sambungan saluran rumah tangga oleh USAID dan ESP. Ketiadaan air bersih mengakibatkan:
1.    Penyakit, Warna Endapan Bahan Pencemar Pengaruh Terhadap Kesehatan
·         Hijau —> Cuprum, Oksida, Chlorin –> penyakit ginjal, Sistem syaraf pusat, Kanker
·         Hitam —> Kalsium, magnesium —> Batu ginjal, Kencing batu
·         Putih —> Alumunium, Arsen, Asbestos —> Penyakit hati, Sistem syaraf pusat, Kanker
·         Biru —> Alumunium, Sulfur, Phospat, Pestisida —>Penyakit hati, Ginjal dan kencing batu, Sistem syaraf
·         Jingga —> Besi oksida —> Gangguan air seni, Gangguan keseimbangan metabolisma.
2.    Penyakit diare. Di Indonesia diare merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi anak-anak dibawah umur lima tahun. Sebanyak 13 juta anak-anak balita mengalami diare setiap tahun. Air yang terkontaminasi dan pengetahuan yang kurang tentang budaya hidup bersih ditenggarai menjadi akar permasalahan ini. Sementara itu 100 juta rakyat Indonesia tidak memiliki akses air bersih.
3.    Penyakit cacingan.
4.    Pemiskinan. Rumah tangga yang membeli air dari para penjaja membayar dua kali hingga enam kali dari rata-rata yang dibayar bulanan oleh mereka yang mempunyai sambungan saluran pribadi untuk volume air yang hanya sepersepuluhnya.


    Lalu Apa Penyebab Kelangkaan Air Bersih ?

Penyebab kelangkaan air bersih antara lain:
1.    Eksloitasi besar-besaran air tanah yang dilakukan oleh gedung-gedung di perkotaan.
2.    Pembangunan gedung-gedung yang tidak mematuhi lahan terpakai dan lahan terbuka.
3.    Penebangan hutan secara besar-besaran dan penebangan liar.
4.    Banyaknya sampah di perkotaan yang tidak di olah kemudian langsung di buang ke danau atau sungai yang airnya di gunakan untuk minum dan mandi.

   
    Bagaimana Cara Mengatasi Kelangkaan Air Bersih?

Solusi yang harus dilakukan dalam mengatasi kelangkaan air bersih antara lain:
1.    Mengatur pemanfaatan air tanah yang disertai dengan pengawasan yang ketat.
2.    Pemberian surat IMB (Izin Mendirikan Bangunan) harus di sertai dengan kewajiban penyediaan lahan terbuka, dan kewajiban memperbaiki kualitas dan mengembalikan tata guna air sesuai dengan pemanfaatan.
3.    Setiap bangunan di wajibkan membuat sumur resapan sehingga dapat meningkatkan cadangan air.
4.    Menanam pohon sebanyak-banyaknya, atau melakukan reboisasi di hutan-hutang yang gundul.
5.    Tidak membuang sampah sembarangan.
6.    Menghemat pemanfaatan air bersih.

Mulai Sekarang Ayo Hemat, Olah, dan Tampung Air!

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi baru, bahan deterjen dan sabun ditemukan sebagai pelengkap pembersihan, baik untuk badan maupun peranti sehari-hari.  Namun, air bekas campuran bahan detergen dan sabun tersebut akan menghasilkan limbah. Kemudian, limbah yang berasal dari hasil mencuci tadi dibuang dalam beberapa cara, yaitu langsung menuju selokan untuk kemudian dialirkan ke saluran kota, diolah kemudian dibuang melalui saluran kota dan diolah penuh di tempat. Sesungguhnya teknologi untuk pengolahan kembali airkotor sudah ditemukan, banyak dari rumah-rumah dan perkantoran menggunakan sistem pengolahan air untuk digunakan kembali.
Namun, tidak semua melakukan pengolahan air seperti diatas untuk mengatasi limbah yang dihasilkan. Kebanyakan dari penghasil air limbah langsung membuang air limbahnya menuju saluran kota. Diperparah dengan  pemukiman-pemukiman yang menggunakan air tanah yang disimpan jauh di bawah tanah dan lama kelamaan habis digunakan namun tidak diisi kembali, semakin sedikitnya ruang penyerap air, air limbah yang dibuang volumenya tidak sebanding dengan saluran kota yang ada, akibatnya banjir dimana-mana, dan penyerapan air yang menjadi cadangan tidak ada.
Sungai-sungai kotor, banjir, dan kurangnya penyerapan air bersih inilah yang menjadi penyebab kelangkaan air bersih. Maka dari itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penghematan air dan water harvesting (penyimpanan air) mulai dari sekarang. Adapun cara menghemat dan menyimpan air yang mudah, salah satunya seperti rainwater harvesting yang sedang populer menjadi solusi menyimpan air.


     Rainwater harvesting adalah sebuah cara untuk menyimpan air dengan menyimpan air hujan, baik dengan pembentukan kolam, danau, dan tanah resapan. Air yang ‘dipanen’ dari air hujan tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan air tingkat 2, seperti mencuci mobil, flushing toilet, dan menyiram tanaman. Hal ini sangat menguntungkan karena selain pemilik tanah tidak kekurangan air, menyimpan air seperti ini dapat mengurangi beban saluran kota dalam menampung  dan mengalirkan limpahan air hujan.
 

Pureit Teknologi Pemurni Air, Bisa Membantu Kita dalam Menyediakan Kebutuhan Air Minum yang Terlindung Dari Kuman Berbahaya

Selain Itu, ada inovasi terbaru dari Unilever, water purifier (pemurni air) untuk keluarga Anda dengan teknologi modern dan canggih yang dapat menghasilkan air minum yang terlindungi dari kuman berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit.
Air yang dihasilkan Pureit dapat langsung diminum tanpa perlu dimasak. Pureit adalah cara mudah, praktis dan dengan harga yang terjangkau untuk mendapatkan air minum yang terlindungi dari kuman berbahaya. Pureit menghilangkan virus, bakteri, dan parasit berbahaya serta menghilangkan kotoran di dalam air; sehingga air yang dihasilkan jernih, tidak berbau dengan rasa yang alami.
Cara Menggunakan Pureit:
  • Pureit: Tidak memerlukan sambungan ke keran.
  • Pureit: Sangat praktis digunakan. Tinggal tuangkan air tanah / PAM mentah yang biasa Anda masak untuk minum ke wadah bagian atas Pureit melalui Saringan Serat Mikro.
  • Pureit: Kapasitas wadah atas 9 liter dan wadah transparan 9 liter.
  • Pureit: Tersedia dalam dua warna pilihan: putih biru dan putih marun.
  • Pureit: Tidak memerlukan listrik atau gas.
Dengan teknologi canggih, Pureit layak dipilih sebagai salah satu alternatif untuk menghasilkan air minum tanpa menggunakan gas dan listrik. Selain praktis dan higienis, Pureit juga ekonomis.
Proses kerja pemurnian air dibagi ke dalam 4 tahap:
  • Tahap 1: Saringan Serat Mikro menghilangkan semua kotoran yang terlihat
  • Tahap 2: Filter Karbon Aktif menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya
  • Tahap 3: Prosesor Pembunuh Kuman menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air
  • Tahap 4: Penjernih menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dengan rasa yang alami
Komponen 2-3-4 disebut Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang akan memurnikan 1500 lt air setara dengan 80 galon (suhu air 25o C, kelembaban sedang) untuk 6 8 bulan pemakaian. Masa pakai Germkill Kit tergantung dengan pemakaian air keluarga Anda.
Ingat: Air yang dimasukkan ke dalam Pureit adalah air yang biasa Anda rebus untuk diminum.
Fitur Tambahan Pureit
  • Germkill Life Indicator (Indikator) akan memberitahukan kapan harus mengganti Germkill Kit.
  • Jika Germkill Kit yang sudah habis masa pakai belum diganti, Mekanisme Penghentian Otomatis akan menghentikan aliran air dari Wadah Atas sehingga menjamin keluarga Anda selalu mendapatkan air minum yang aman.
  • Garansi 1 tahun untuk cacat produksi sejak tanggal pembelian.
  • Kapasitas Wadah Atas 9 liter, Wadah Transparan 9 liter.
  • Pureit memenuhi kriteria ketat internasional dari Environmental Protection Agency (EPA), Amerika Serikat, untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya.
  • Pureit mendapatkan sertifikat dari lembaga ilmu pengetahuan di Asia dan Eropa seperti:
    1. UGM, ITB, IPB untuk kinerja Pureit
    2. Sucofindo untuk kinerja Pureit
    3. Scottish Parasite Diagnostic Laboratory, Glasgow, Inggris
    4. Indian Public Health Association
    5. London School of Hygiene and Tropical Medicine (University of London), Inggris
Keunggulan Pureit:
  • Sangat praktis. Hanya memasukkan air ke dalam alat dari bagian atas, Pureit akan memurnikan air untuk siap minum.
  • Tidak memerlukan gas, listrik, dan saluran pipa.
  • Biaya per liter pemurnian air hanya Rp100, jauh di bawah harga air galon dari merek ternama (Rp526/liter), air isi ulang (Rp187/liter), dan air rebus (Rp107/liter).
  • Air terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA yang menghilangkan log 6 bacteria, log 4 virus, dan log 3 parasites.
  • Pureit memiliki indikator yang dapat menunjukkan lebih awal kapan perlu mengganti Germkill Kit (mekanisme penghentian otomatis).
  • Kapasitas hingga 9 liter di top chamber ditambah 9 liter di transparent chamber.
  • Garansi satu tahun.
Cara Kerja Pureit
  • Isi penuh 9 liter air PAM/tanah mentah wadah bagian atas.
  • Air akan mulai mengalir di wadah transparan 45 menit - 1 jam.
  • Buang air isian pertama untuk melakukan pembilasan dan lakukan proses pembilasan ini sebanyak 3 kali.
  • Setelah itu isi kembali wadah bagian atas dan air di wadah transparan sudah siap diminum.
  • Pengisian kedua dan seterusnya akan memakan waktu 15 30 menit.
  • Simpan pompa plastik di tempat aman (nanti dibutuhkan untuk keperluan pembersihan).
Keunggulan Pureit Dibandingkan dengan Memasak Air
  • Jauh lebih praktis.
  • Mampu menghilangkan kontaminasi dalam air minum Anda yang tidak dapat dihilangkan dengan hanya memasak seperti merkuri, pestisida, karat besi dan sebagainya.
  • Pureit sangat terjangkau dan hemat.
Keunggulan Pureit Dibandingkan dengan Membeli Air Isi Ulang Rutin
  • Tidak perlu khawatir kehabisan air isi ulang di rumah Anda.
  • Tidak perlu ragu akan sumber air yang digunakan untuk air isi ulang Anda.
  • Tidak perlu ragu bagaimana air diproses di depot isi ulang.
  • Tidak perlu repot menyediakan air isi ulang secara rutin di rumah Anda.
  • Menghemat sejumlah uang setiap bulannya karena Anda tidak perlu lagi membeli air isi ulang.
Keunggulan Pureit Dibandingkan dengan Membeli Air Galon Bermerek
  • Menghemat uang tiap bulannya karena Anda tidak perlu lagi membeli air galon.
  • Tidak perlu khawatir kehabisan air galon di rumah.
  • Tidak perlu repot menyediakan air galon di rumah Anda terus-menerus.
  • Tidak perlu khawatir akan keamanan dan kualitas air galon yang Anda gunakan setelah galon tersebut keluar dari pabrik.
Contoh Penghematan Dengan Pureit
  • Pureit
    GKK Rp 150 ribu = 1500 liter -> Rp 100/liter
  • Galon Bermerek
    Rp 10 ribu = 19 liter -> Rp 526/liter (Hemat 5x lipat)
  • Galon Isi Ulang
    Rp.3.500 = 19 liter -> Rp.184/liter (Hemat 2x lipat)
  • Rebus air
    Gas 3 kg = Rp.12 ribu, 2 minggu, 112 liter -> Rp.107/liter (Hemat waktu dan praktis)
Jika 1 minggu memakai 2 galon (38 liter), penghematan 1 thn dengan memakai Pureit:
  • Galon Bermerek = 2 galon X 10.000 X 52 mgg (38 liter X 52 mgg X Rp 100) = (1.040.000 197.600) = Rp 843.000
  • Galon Isi Ulang = 2 galon X 3.500 X 52 mgg (38 liter X 52 mgg X Rp 100) = (364.000 197.600) = Rp 166.400
  • Rebus = 52/2 X 12.000 (112 liter X 26 mgg X Rp 100) = (312.000 291.200) = Rp 20.800

Kesimpulan: 
Air merupakan salah satu sumber kehidupan makhluk hidup di bumi. Air juga mempunyai banyak manfaat. Dan kelangkaan air yang sudah terjadi di banyak daerah khususnya ketika musim kemarau sudah banyak menimbulkan penderitaan bagi masyarakat. Maka dari itu kelangkaan Air bersih yang terjadi harus segera di atasi. Supaya tidak terjadi kelangkaan yang lebih parah. Maka dari itu kita harus menghemat penggunaan air dan tidak membuang-buang air sembarangan: penghematan yang kita lakukan sebagai tabungan di masa depan. Dengan itu kita dapat berperan dalam memelihara alah satu sumber kehidupan kita.
           Semakin menambah kewaspadaan tentang resiko campuran air yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. Jadi tetap waspada dengan air yang akan kita minum. Hidup sehat dengan cara yang sehat. Carilah info tentang air yang memiliki kadar mineral anorganik yang rendah dan tetap memilih air yang memiliki standar kesehatan yang terpercaya.

Sumber:

·         http://www.pureitwater.com/ID/


14 comments